Rujak Party ala RMBU SMAN 1 Kota Sukabumi

Written on 01.51 by Viny Alfiyah

Ada yang sedikit berbeda dari kegiatan anggota dan pengurus RMBU di Jumat siang, tanggal 19 Oktober 2012 itu. Suasana di gazebo Smansa yang berdekatan dengan Mushola Ar-Rohmah tampak ramai dengan aktivitas para anggota ekstrakurikuler Remaja Mesjid Bahrul Ulum (RMBU) SMA N 1 Sukabumi. Para akhwat RMBU yang terdiri dari kelas X dan XI tersebut terlihat sibuk mengupas buah-buahan sambil menunggu para anggota ikhwan RMBU yang sedang melaksanakan shalat Jumat di mesjid Bahrul Ulum. Mereka terlihat menikmati kegiatan mereka tersebut yang diselingi senda gurau yang bersahabat.

















Satu persatu buah-buahan yang terdiri dari mentimun,bengkuang, kedondong, nanas, papaya, jambu air (jambu lonceng), bahkan jambu biji yang segar-segar dibersihkan, dikupas, lalu dipotong kecil-kecil dan dimasukkan ke dalam wadah yang bersih. Beberapa dari akhwat pun kompak untuk membuat sambal gula merah yang dicampur rempah-rempah hingga membuat sambal gula merah lebih nikmat dan harum saat “dicoél” dengan potongan buah-buahan.



Setelah selesai mengupas buah-buahan, para akhwat pun melaksakan shalat Dhuhur sepulang para ikhwan yang telah melakukan shalat Jumat di mesjid. Saat para akhwat selesai melaksanakan shalat Dhuhur, rujak buah-buahan ini dibagi dua, sebagian untuk para ikhwan yang berkumpul di gazebo dan sebagian lagi untuk para akhwat di teras Ar-Rohmah.


Selain kegiatan Islami lainnya seperti membersihkan masjid Bahrul Ulum atau mushola Ar-Rohmah, RMBU juga memiliki agenda lain, yaitu Rujak Party! Kegiatan ini masuk dalam Program Kerja (Proker) pengurus RMBU masa bakti 2012/2013. Kegiatan Rujak Party ini bukan hanya sekedar kegiatan refreshing dari kegiatan belajar mengajar dan tugas-tugas sekolah, kegiatan ini bermaksud untuk mempererat tali silaturahmi persaudaraan dan kekeluargaan khususnya antar anggota RMBU agar menjadi lebih kompak.
Selain itu, ternyata tiap buah-buahan segar yang dijadikan rujak ini memiliki arti masing-masing secara kreatif oleh para anggota RMBU. Misalnya mentimun yang memiliki makna ‘menuntut ilmu itu tidak banyak melamun’ atau jambu yang mempunyai arti ‘jaga iman dalam qalbu’.
Nah, jadi selain mengenyangkan perut, acara Rujak Party ini bukan hanya sekedar ‘pesta’ atau ‘party’ belaka, tetapi merupakan kegiatan yang patut direnungi dan diselami maknanya.


www.ikomsmansa.org
www.expo.ekomsmansa.org

Biota Laut yang Kepanasan

Written on 22.54 by Viny Alfiyah



Pemanasan global atau biasa disebut dengan 'Global Warming' ternyata tidak hanya memengaruhi komunitas daratan saja, populasi biota laut pun ikut terancam keberadaannya. Kristopher Karnauskas, salah satu peneliti di Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) menyebutkan bahwa terumbu karang di kawasan Ekuator Pasifik mengalami kenaikan suhu. Sehingga beberapa kelompok terumbu karang pun memilih mengungsi ke beberapa pulau kecil yang sejuk. Kepulauan Gilbert di Kiribati merupakan daerah dengan kenaikan suhu yang relatif rendah dan membuat terumbu karang pindah dan membuat koloni baru di bekas tempat terumbu karang yang sudah mati karena pemanasan global juga.

Terumbu karang atau Coral Reefs adalah rumah bagi tumbuhan kecil lainnya dan alga, ia juga menjadi tempat berlindung bagi ikan-ikan kecil di lautan. Proses fotosintesis organisme penumpang ini menjadi sumber energi bagi terumbu karang. Ketika air laut berubah menjadi panas, terumbu karang akan melepaskan tumbuhan kecil dan alga. Jadi pemanasan global sama saja dengan membunuh organisme-organisme biota laut tersebut. Setelah mengetahui akibat tambahan dari pemanasan global, akankah kita terus melakukan kerusakan terhadap bumi kita ini?

Sumber gambar: wikipedia.org

Sabtu, 22 Desember 2012

Rujak Party ala RMBU SMAN 1 Kota Sukabumi

Ada yang sedikit berbeda dari kegiatan anggota dan pengurus RMBU di Jumat siang, tanggal 19 Oktober 2012 itu. Suasana di gazebo Smansa yang berdekatan dengan Mushola Ar-Rohmah tampak ramai dengan aktivitas para anggota ekstrakurikuler Remaja Mesjid Bahrul Ulum (RMBU) SMA N 1 Sukabumi. Para akhwat RMBU yang terdiri dari kelas X dan XI tersebut terlihat sibuk mengupas buah-buahan sambil menunggu para anggota ikhwan RMBU yang sedang melaksanakan shalat Jumat di mesjid Bahrul Ulum. Mereka terlihat menikmati kegiatan mereka tersebut yang diselingi senda gurau yang bersahabat.

















Satu persatu buah-buahan yang terdiri dari mentimun,bengkuang, kedondong, nanas, papaya, jambu air (jambu lonceng), bahkan jambu biji yang segar-segar dibersihkan, dikupas, lalu dipotong kecil-kecil dan dimasukkan ke dalam wadah yang bersih. Beberapa dari akhwat pun kompak untuk membuat sambal gula merah yang dicampur rempah-rempah hingga membuat sambal gula merah lebih nikmat dan harum saat “dicoél” dengan potongan buah-buahan.



Setelah selesai mengupas buah-buahan, para akhwat pun melaksakan shalat Dhuhur sepulang para ikhwan yang telah melakukan shalat Jumat di mesjid. Saat para akhwat selesai melaksanakan shalat Dhuhur, rujak buah-buahan ini dibagi dua, sebagian untuk para ikhwan yang berkumpul di gazebo dan sebagian lagi untuk para akhwat di teras Ar-Rohmah.


Selain kegiatan Islami lainnya seperti membersihkan masjid Bahrul Ulum atau mushola Ar-Rohmah, RMBU juga memiliki agenda lain, yaitu Rujak Party! Kegiatan ini masuk dalam Program Kerja (Proker) pengurus RMBU masa bakti 2012/2013. Kegiatan Rujak Party ini bukan hanya sekedar kegiatan refreshing dari kegiatan belajar mengajar dan tugas-tugas sekolah, kegiatan ini bermaksud untuk mempererat tali silaturahmi persaudaraan dan kekeluargaan khususnya antar anggota RMBU agar menjadi lebih kompak.
Selain itu, ternyata tiap buah-buahan segar yang dijadikan rujak ini memiliki arti masing-masing secara kreatif oleh para anggota RMBU. Misalnya mentimun yang memiliki makna ‘menuntut ilmu itu tidak banyak melamun’ atau jambu yang mempunyai arti ‘jaga iman dalam qalbu’.
Nah, jadi selain mengenyangkan perut, acara Rujak Party ini bukan hanya sekedar ‘pesta’ atau ‘party’ belaka, tetapi merupakan kegiatan yang patut direnungi dan diselami maknanya.


www.ikomsmansa.org
www.expo.ekomsmansa.org

Kamis, 13 Desember 2012

Biota Laut yang Kepanasan



Pemanasan global atau biasa disebut dengan 'Global Warming' ternyata tidak hanya memengaruhi komunitas daratan saja, populasi biota laut pun ikut terancam keberadaannya. Kristopher Karnauskas, salah satu peneliti di Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) menyebutkan bahwa terumbu karang di kawasan Ekuator Pasifik mengalami kenaikan suhu. Sehingga beberapa kelompok terumbu karang pun memilih mengungsi ke beberapa pulau kecil yang sejuk. Kepulauan Gilbert di Kiribati merupakan daerah dengan kenaikan suhu yang relatif rendah dan membuat terumbu karang pindah dan membuat koloni baru di bekas tempat terumbu karang yang sudah mati karena pemanasan global juga.

Terumbu karang atau Coral Reefs adalah rumah bagi tumbuhan kecil lainnya dan alga, ia juga menjadi tempat berlindung bagi ikan-ikan kecil di lautan. Proses fotosintesis organisme penumpang ini menjadi sumber energi bagi terumbu karang. Ketika air laut berubah menjadi panas, terumbu karang akan melepaskan tumbuhan kecil dan alga. Jadi pemanasan global sama saja dengan membunuh organisme-organisme biota laut tersebut. Setelah mengetahui akibat tambahan dari pemanasan global, akankah kita terus melakukan kerusakan terhadap bumi kita ini?

Sumber gambar: wikipedia.org