Waktu

Written on 23.59 by Viny Alfiyah



Pernahkah kamu merasa kalau menit dalam 1 jam itu kurang? Hari dalam 1minggu itu terlalu sedikit? Dan bulan demi bulan hingga tahun begitu saja berlalu tanpa kita sadari? Yah, mungkin bagi beberapa pelajar yang tiap hari aktivitasnya ‘bejibun’ karena kegiatan ekskur, kepengurusan OSIS, tugas kelompok, dan tentu saja bimbel.

Tetapi di sisi lain, terkadang ada pelajar yang masih menyia-nyiakan waktunya atau menunda-nunda tugas dari sekolah dan belajar dengan bermalas-malasan. Berdalih bahwa bermalas-malasan/istirahat merupakan bentuk kompensasi setelah belajar di sekolah. Memang, istirahat itu perlu, namun perlu diatur juga porsinya ‘kan? Lagipula, terlalu banyak beristirahat (dalam artian tidur) malah akan menimbulkan penyakit bagi tubuh kita.

Penulis secara tidak sengaja menemukan status seorang teman di salah satu jejaring sosial:

  • Arti waktu 10 tahun, tanyakan kepada petani yang menanam pohon jati.
  • Arti waktu 1 tahun, tanyakan kepada pelajar yang tak naik kelas.
  • Arti waktu 1 bulan, tanya tanyakan kepada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur.
  • Arti waktu 1 minggu, tanyakan kepada redaksi dan editor dari majalah mingguan.
  • Arti waktu 1 hari, tanyakan kepada seorang buruh harian.
  • Arti waktu 1 jam, tanyakan kepada seorang Romeo yang sedang menunggu kedatangan Juliet.
  • Arti waktu 1 menit, tanyakan kepada mereka yang tertinggal pesawat terbang.
  • Arti waktu 1 detik, tanyakan kepada orang yang selamat dari kecelakaan.
  • Arti waktu 0,1 detik, tanyakan kepada orang yang memenangi medali perak dalam Olimpiade.
Contoh nyatanya sangat terasa di bidang olahraga, waktu merupakan hal yang sangat penting, coba sesekali kita perhatikan para pembalap MotoGP atau di arena balap Formula1, rata-rata posisi 3 besar biasanya kurang dari 1 detik. Paling jauh mungkin bisa terpaut 1-3 detik. Namun tetap saja, menjadi juara 2 tidak sama dengan juara 1 bukan?

Selain itu, waktu merupakan 1 dari 3 hal yang tak akan terulang kembali selain momen yang telah berlalu dan kata-kata yang telah terucap. Dan yang terpenting adalah waktu tidak akan bisa terulang lagi walau sedetik pun. 

Semoga catatan kecil ini memberikan kesadaran bagi kita semua untuk lebih menghargai waktu yang masih dianugerahkan Allah pada kita semua. Jangan tunda suatu hal sampai besok jika kita dapat melakukannya sekarang.

(Dimuat dalam koran Harian Umum Pikiran Rakyat (sisipan Belia) edisi 14 Mei 2013) 




Senin, 13 Mei 2013

Waktu



Pernahkah kamu merasa kalau menit dalam 1 jam itu kurang? Hari dalam 1minggu itu terlalu sedikit? Dan bulan demi bulan hingga tahun begitu saja berlalu tanpa kita sadari? Yah, mungkin bagi beberapa pelajar yang tiap hari aktivitasnya ‘bejibun’ karena kegiatan ekskur, kepengurusan OSIS, tugas kelompok, dan tentu saja bimbel.

Tetapi di sisi lain, terkadang ada pelajar yang masih menyia-nyiakan waktunya atau menunda-nunda tugas dari sekolah dan belajar dengan bermalas-malasan. Berdalih bahwa bermalas-malasan/istirahat merupakan bentuk kompensasi setelah belajar di sekolah. Memang, istirahat itu perlu, namun perlu diatur juga porsinya ‘kan? Lagipula, terlalu banyak beristirahat (dalam artian tidur) malah akan menimbulkan penyakit bagi tubuh kita.

Penulis secara tidak sengaja menemukan status seorang teman di salah satu jejaring sosial:

  • Arti waktu 10 tahun, tanyakan kepada petani yang menanam pohon jati.
  • Arti waktu 1 tahun, tanyakan kepada pelajar yang tak naik kelas.
  • Arti waktu 1 bulan, tanya tanyakan kepada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur.
  • Arti waktu 1 minggu, tanyakan kepada redaksi dan editor dari majalah mingguan.
  • Arti waktu 1 hari, tanyakan kepada seorang buruh harian.
  • Arti waktu 1 jam, tanyakan kepada seorang Romeo yang sedang menunggu kedatangan Juliet.
  • Arti waktu 1 menit, tanyakan kepada mereka yang tertinggal pesawat terbang.
  • Arti waktu 1 detik, tanyakan kepada orang yang selamat dari kecelakaan.
  • Arti waktu 0,1 detik, tanyakan kepada orang yang memenangi medali perak dalam Olimpiade.
Contoh nyatanya sangat terasa di bidang olahraga, waktu merupakan hal yang sangat penting, coba sesekali kita perhatikan para pembalap MotoGP atau di arena balap Formula1, rata-rata posisi 3 besar biasanya kurang dari 1 detik. Paling jauh mungkin bisa terpaut 1-3 detik. Namun tetap saja, menjadi juara 2 tidak sama dengan juara 1 bukan?

Selain itu, waktu merupakan 1 dari 3 hal yang tak akan terulang kembali selain momen yang telah berlalu dan kata-kata yang telah terucap. Dan yang terpenting adalah waktu tidak akan bisa terulang lagi walau sedetik pun. 

Semoga catatan kecil ini memberikan kesadaran bagi kita semua untuk lebih menghargai waktu yang masih dianugerahkan Allah pada kita semua. Jangan tunda suatu hal sampai besok jika kita dapat melakukannya sekarang.

(Dimuat dalam koran Harian Umum Pikiran Rakyat (sisipan Belia) edisi 14 Mei 2013)