Sejarah Kristal Salju

Written on 21.06 by Viny Alfiyah

Secara geografis Indonesia berada di daerah ekuator bumi sehingga membuat Indonesia mengalami iklim tropis. Hanya terdapat musim penghujan dan musim kemarau tiap tahunnya. Sedangkan di negara sub-tropis, terdapat 4 musim yaitu, musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin (winter). Nah, di musim dingin inilah yang ingin penulis bahas, meski penulis tinggal di negeri tropis, tak ada salahnya bukan mempelajari fenomena yang terjadi di negeri orang?

Fenomena yang ingin penulis bahas adalah tentang kepingan salju (snowflake). Keping salju dan kristal salju sama-sama terdiri dari es. Kristal salju adalah satu buah kristal es, sedangkan keping salju adalah kumpulan dari kristal salju. Meski sekilas terlihat sama tetapi jika dilihat melalui mikroskop, bentuk dari kristal salju berbeda-beda. Penelitian tentang kristal salju telah dilakukan sejak awal abad ke-17. 

a. Johannes Kepler

Pada tahun 1611, Kepler mempublikasikan karangan pendeknya yang berjudul “On the Six-Cornered Snowflake”. Karyanya ini merupakan referensi ilmiah pertama tentang kristal salju.










b. Robert Hooke



Pada 1665, Robert Hooke mempublikasikan sebuah buku yang berjudul Micrographia. Dalam buku tersebut juga terdapat beberapa sketsa kristal salju yang dilihat Hooke melalui mikroskop pada zaman itu. 






Sketsa-sketsa kristal salju yng dibuat oleh Robert Hooke
 c. Wilson A. Bentley

 Penelitian tentang kristal salju seakan terhenti selama beberapa abad dan dimunculkan kembali oleh Bentley pada tahun 1931. Bentley yang merupakan seorang petani dan fotografer kristal salju berkebangsaan Amerika menerbitkan buku yang berjudul Snow Crystals. Buku tersebut mencakup sekitar 5000 gambar kristal salju.



If you enjoyed this post Subscribe to our feed

No Comment

Posting Komentar

Sabtu, 26 April 2014

Sejarah Kristal Salju

Secara geografis Indonesia berada di daerah ekuator bumi sehingga membuat Indonesia mengalami iklim tropis. Hanya terdapat musim penghujan dan musim kemarau tiap tahunnya. Sedangkan di negara sub-tropis, terdapat 4 musim yaitu, musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin (winter). Nah, di musim dingin inilah yang ingin penulis bahas, meski penulis tinggal di negeri tropis, tak ada salahnya bukan mempelajari fenomena yang terjadi di negeri orang?

Fenomena yang ingin penulis bahas adalah tentang kepingan salju (snowflake). Keping salju dan kristal salju sama-sama terdiri dari es. Kristal salju adalah satu buah kristal es, sedangkan keping salju adalah kumpulan dari kristal salju. Meski sekilas terlihat sama tetapi jika dilihat melalui mikroskop, bentuk dari kristal salju berbeda-beda. Penelitian tentang kristal salju telah dilakukan sejak awal abad ke-17. 

a. Johannes Kepler

Pada tahun 1611, Kepler mempublikasikan karangan pendeknya yang berjudul “On the Six-Cornered Snowflake”. Karyanya ini merupakan referensi ilmiah pertama tentang kristal salju.










b. Robert Hooke



Pada 1665, Robert Hooke mempublikasikan sebuah buku yang berjudul Micrographia. Dalam buku tersebut juga terdapat beberapa sketsa kristal salju yang dilihat Hooke melalui mikroskop pada zaman itu. 






Sketsa-sketsa kristal salju yng dibuat oleh Robert Hooke
 c. Wilson A. Bentley

 Penelitian tentang kristal salju seakan terhenti selama beberapa abad dan dimunculkan kembali oleh Bentley pada tahun 1931. Bentley yang merupakan seorang petani dan fotografer kristal salju berkebangsaan Amerika menerbitkan buku yang berjudul Snow Crystals. Buku tersebut mencakup sekitar 5000 gambar kristal salju.



0 komentar:

Posting Komentar