Etnis Yahudi, Salah Satu Bangsa Paling Sukses di Amerika

Written on 06.45 by Viny Alfiyah

Setelah Christopher Columbus menemukan daratan besar yang kita kenal sebagai benua Amerika, banyak bangsa lain berdatangan ke benua baru ini. Jepang, Cina, Sisilia, bahkan Negro dan para pelarian dari berbagai wilayah pun bermukim disana, seakan Amerika merupakan tanah harapan bagi mereka. Hal itu tak terkecuali dengan bangsa Yahudi, mereka mencari peruntungan baru di Amerika. Terlebih saat meletus Perang Dunia kedua dimana rezim Nazi Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler memerintahkan untuk memusnahkan bangsa Yahudi, sehingga mereka dengan sembunyi-sembunyi lari ke Amerika, melewati 9000 mil dengan berjalan kaki, naik pedati, dan menyelundupkan diri naik kapal feri hingga sampai di negeri patung Liberty itu.

Awal kehidupan mereka di Amerika sangat sederhana, dengan tempat tinggal di pinggiran kota yang kumuh dan kotor. Namun, ada yang menonjol dari bangsa Yahudi, terutama dalam bekerja. Mereka ulet, rajin, dan disiplin, belajar dari pengalaman serta kerja keras selalu menjadi ciri khas mereka. Sebagai kulit putih mereka terbebas dari acaman politik apartheid yang melakukan diskriminasi ras terhadap bangsa kulit berwarna.

Bangsa Yahudi juga terkenal akan pengetahuannya dan dikenal sebagai bangsa yang selalu mengembangkan cara tentang pertumbuhan manusia agar berkembang menjadi lebih baik. Saat anak-anak, orang Yahudi diharuskan menguasai dan fasih berbahasa Ibrani, Inggris dan Arab. Menguasai salah satu instrumen musik juga merupakan kemampuan yang harus dimiliki tiap individu. Beranjak remaja, mereka mengadakan berbagai penelitian , semahal apa pun penelitiannya tetap akan dibiayai oleh para dermawan Yahudi yang kaya raya, dan sesepele apa pun penelitian mereka tetap akan dihargai. Memasuki masa dewasa, seorang Yahudi dituntut menjadi yang terbaik di bidangnya, bahkan ada rumor bahwa mahasiswa fakultas ekonomi belum akan lulus jika laba dari bidang yang digelutinya belum mencapai 1 juta dolar AS. Hal ini tentu akan memacu mereka untuk menjadi kreatif dan terus berinovasi.

uraian di atas, tidak heran kini bangsa Yahudi menjadi bangsa paling sukses di Amerika yang berpengaruh dalam pemerintahan yang menguasai ekonomi dan media.Contohnya, jutaan orang di dunia pergi ke kafe Starbucks setiap hari, namun hanya segelintir yang mengetahui bahwa Howard Schultz, sang pemilik dan CEO Starbucks adalah anak dari seorang supir truk yang tinggal di pinggiran kota New York.

Meski banyak pengusaha Yahudi bergerak di bidang pabrik rokok dan cerutu, bagi mereka rokok dan cerutu sendiri merupakan hal yang haram untuk dikonsumsi, dan mereka tak kan segan untuk menyilakan tamu merokok di luar rumah. Setelah membaca ini semoga ada hal positif yang dapat kita tiru untuk mambangun bangsa dan menjadi pelajar yang berkarakter

If you enjoyed this post Subscribe to our feed

No Comment

Posting Komentar

Jumat, 08 Februari 2013

Etnis Yahudi, Salah Satu Bangsa Paling Sukses di Amerika

Setelah Christopher Columbus menemukan daratan besar yang kita kenal sebagai benua Amerika, banyak bangsa lain berdatangan ke benua baru ini. Jepang, Cina, Sisilia, bahkan Negro dan para pelarian dari berbagai wilayah pun bermukim disana, seakan Amerika merupakan tanah harapan bagi mereka. Hal itu tak terkecuali dengan bangsa Yahudi, mereka mencari peruntungan baru di Amerika. Terlebih saat meletus Perang Dunia kedua dimana rezim Nazi Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler memerintahkan untuk memusnahkan bangsa Yahudi, sehingga mereka dengan sembunyi-sembunyi lari ke Amerika, melewati 9000 mil dengan berjalan kaki, naik pedati, dan menyelundupkan diri naik kapal feri hingga sampai di negeri patung Liberty itu.

Awal kehidupan mereka di Amerika sangat sederhana, dengan tempat tinggal di pinggiran kota yang kumuh dan kotor. Namun, ada yang menonjol dari bangsa Yahudi, terutama dalam bekerja. Mereka ulet, rajin, dan disiplin, belajar dari pengalaman serta kerja keras selalu menjadi ciri khas mereka. Sebagai kulit putih mereka terbebas dari acaman politik apartheid yang melakukan diskriminasi ras terhadap bangsa kulit berwarna.

Bangsa Yahudi juga terkenal akan pengetahuannya dan dikenal sebagai bangsa yang selalu mengembangkan cara tentang pertumbuhan manusia agar berkembang menjadi lebih baik. Saat anak-anak, orang Yahudi diharuskan menguasai dan fasih berbahasa Ibrani, Inggris dan Arab. Menguasai salah satu instrumen musik juga merupakan kemampuan yang harus dimiliki tiap individu. Beranjak remaja, mereka mengadakan berbagai penelitian , semahal apa pun penelitiannya tetap akan dibiayai oleh para dermawan Yahudi yang kaya raya, dan sesepele apa pun penelitian mereka tetap akan dihargai. Memasuki masa dewasa, seorang Yahudi dituntut menjadi yang terbaik di bidangnya, bahkan ada rumor bahwa mahasiswa fakultas ekonomi belum akan lulus jika laba dari bidang yang digelutinya belum mencapai 1 juta dolar AS. Hal ini tentu akan memacu mereka untuk menjadi kreatif dan terus berinovasi.

uraian di atas, tidak heran kini bangsa Yahudi menjadi bangsa paling sukses di Amerika yang berpengaruh dalam pemerintahan yang menguasai ekonomi dan media.Contohnya, jutaan orang di dunia pergi ke kafe Starbucks setiap hari, namun hanya segelintir yang mengetahui bahwa Howard Schultz, sang pemilik dan CEO Starbucks adalah anak dari seorang supir truk yang tinggal di pinggiran kota New York.

Meski banyak pengusaha Yahudi bergerak di bidang pabrik rokok dan cerutu, bagi mereka rokok dan cerutu sendiri merupakan hal yang haram untuk dikonsumsi, dan mereka tak kan segan untuk menyilakan tamu merokok di luar rumah. Setelah membaca ini semoga ada hal positif yang dapat kita tiru untuk mambangun bangsa dan menjadi pelajar yang berkarakter

0 komentar:

Posting Komentar