Resensi : Twilight

Written on 00.28 by Viny Alfiyah


Judul : Twilight
Penulis : Stephenie Meyer
Penerjemah : Lily Devita Sari
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Little, Brown, and Company, NY, USA.
Genre : Novel Remaja
Tebal : 520 halaman
Harga : Rp. 65.000



“Cinta terlarang tak kenal jalan kembali, selain menjadi hidup dan mati pada saat yang sama.” – Twilight

Sekuel memang telah usai difilmkan. Semenjak film Breaking Dawn Part II telah ditayangkan akhir tahun lalu di berbagai bioskop di tanah air dengan sukses mengakhiri sekuel legendaris Twilight yang mendunia tersebut. Namun, bagi Anda yang mengikuti sekuel ini dari film, Anda tidak akan kecewa untuk mencoba membaca buku terjemahannya. Buku pertama yang difilmkan dengan judul yang sama ini akan mengisahkan kepada Anda secara rinci kepindahan Isabella ‘Bella’ Swann, ke kota kecil yang selalu tertutupi awan mendung bernama Forks untuk tinggal bersama ayahnya yang menjadi kepala polisi, Charlie Swann.

Bella pun bersekolah di SMA setempat dimana ia pertama kali bertemu dengan Edward Cullen, seorang siswa yang sangat tampan dan kaya. Lebih tepatnya sang vampir tampan yang dengan pesonanya berhasil memikat hati Bella. Namun, Edward dan keluarganya terlalu misterius, Edward sendiri terlihat sangat membenci Bella bahkan semenjak mereka bertemu. Hingga terjadi insiden di lapangan parkir dimana Edward, secara mengejutkan – menyelamatkan Bella dari kecelakaan tragis. Hingga akhirnya Bella pun mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, Edward adalah seorang vampir, dan betapa Bella sangat mencintainya. Lalu sekawanan vampir lain datang yang mengakibatkan beberapa kematian di Forks, dan salah satunya, James, sangat terobsesi pada Bella. Tidak ada jalan lain, Edward dan keluarganya harus melindungi Bella serta Charlie - yang tidak tahu apa-apa. Mampukah Edward mengalahkan James yang sangat berambisi untuk ‘meminum’ darah Bella? Mampukah Bella menerima bahwa Edward dan keluarganya adalah vampir?


Dengan pemilihan kata yang apik dan penerjemahan yang baik buku ini menyuguhkan cerita yang unik dan romantis. Terlebih jika Anda belum terlalu mengerti akan alur cerita di filmnya, maka buku ini wajib Anda baca agar Anda semakin memahami plot cerita yang ditulis Stephenie Meyer ini. Selain itu efek dari ‘kelamnya’ Twilight akan semakin terasa saat Anda membaca buku ini sambil mendengarkan album Original Sound Track-nya yang juga sukses besar di kancah musik Internasional. Selamat membaca!

Ini nih penulis yang menghasilkan karya tetralogi the Twilight Saga :



Personal opinion:


Bagiku pribadi, membaca buku dimana aku lebih dulu menonton filmnya, aku suka mengimajinasikan sendiri bahwa misalnya Robert Pattinson sendiri memerankan karakter Edward Masen Cullen sesuai isi cerita secara ‘keseluruhan’, menampilkan cerita buku dengan utuh. Bagiku itu adalah salah satu hal yang mengasyikkan untuk dilakukan di waktu senggang.

If you enjoyed this post Subscribe to our feed

No Comment

Posting Komentar

Minggu, 17 Februari 2013

Resensi : Twilight


Judul : Twilight
Penulis : Stephenie Meyer
Penerjemah : Lily Devita Sari
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Little, Brown, and Company, NY, USA.
Genre : Novel Remaja
Tebal : 520 halaman
Harga : Rp. 65.000



“Cinta terlarang tak kenal jalan kembali, selain menjadi hidup dan mati pada saat yang sama.” – Twilight

Sekuel memang telah usai difilmkan. Semenjak film Breaking Dawn Part II telah ditayangkan akhir tahun lalu di berbagai bioskop di tanah air dengan sukses mengakhiri sekuel legendaris Twilight yang mendunia tersebut. Namun, bagi Anda yang mengikuti sekuel ini dari film, Anda tidak akan kecewa untuk mencoba membaca buku terjemahannya. Buku pertama yang difilmkan dengan judul yang sama ini akan mengisahkan kepada Anda secara rinci kepindahan Isabella ‘Bella’ Swann, ke kota kecil yang selalu tertutupi awan mendung bernama Forks untuk tinggal bersama ayahnya yang menjadi kepala polisi, Charlie Swann.

Bella pun bersekolah di SMA setempat dimana ia pertama kali bertemu dengan Edward Cullen, seorang siswa yang sangat tampan dan kaya. Lebih tepatnya sang vampir tampan yang dengan pesonanya berhasil memikat hati Bella. Namun, Edward dan keluarganya terlalu misterius, Edward sendiri terlihat sangat membenci Bella bahkan semenjak mereka bertemu. Hingga terjadi insiden di lapangan parkir dimana Edward, secara mengejutkan – menyelamatkan Bella dari kecelakaan tragis. Hingga akhirnya Bella pun mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, Edward adalah seorang vampir, dan betapa Bella sangat mencintainya. Lalu sekawanan vampir lain datang yang mengakibatkan beberapa kematian di Forks, dan salah satunya, James, sangat terobsesi pada Bella. Tidak ada jalan lain, Edward dan keluarganya harus melindungi Bella serta Charlie - yang tidak tahu apa-apa. Mampukah Edward mengalahkan James yang sangat berambisi untuk ‘meminum’ darah Bella? Mampukah Bella menerima bahwa Edward dan keluarganya adalah vampir?


Dengan pemilihan kata yang apik dan penerjemahan yang baik buku ini menyuguhkan cerita yang unik dan romantis. Terlebih jika Anda belum terlalu mengerti akan alur cerita di filmnya, maka buku ini wajib Anda baca agar Anda semakin memahami plot cerita yang ditulis Stephenie Meyer ini. Selain itu efek dari ‘kelamnya’ Twilight akan semakin terasa saat Anda membaca buku ini sambil mendengarkan album Original Sound Track-nya yang juga sukses besar di kancah musik Internasional. Selamat membaca!

Ini nih penulis yang menghasilkan karya tetralogi the Twilight Saga :



Personal opinion:


Bagiku pribadi, membaca buku dimana aku lebih dulu menonton filmnya, aku suka mengimajinasikan sendiri bahwa misalnya Robert Pattinson sendiri memerankan karakter Edward Masen Cullen sesuai isi cerita secara ‘keseluruhan’, menampilkan cerita buku dengan utuh. Bagiku itu adalah salah satu hal yang mengasyikkan untuk dilakukan di waktu senggang.

0 komentar:

Posting Komentar