Membaca Buku

Written on 07.17 by Viny Alfiyah





Buku adalah sahabat yang paling tenag dan setia; pembimbing yang paling bijak dan terbuka; dan guru yang paling sabar (Charles W. Eliot, mantan presiden Harvard University)
Buku merupakan lembar kertas yg berjilid, berisi tulisan atau kosong. Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet.
Dari Wikipedia.org diketahui  bahwa semenjak zaman peradaban Mesir Kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa wangsa firaun kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar ke seantero Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas.
Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Hal ini bisa dijumpai dari peradaban bangsa Sumeria, Prasasti dari batu, kayu, bambu, kulit atau tulang binatang, sutra, bahkan daun lontar yang dirangkai seperti dijumpai pada naskah naskah Nusantara beberapa abad lampau.
Produksi kertas di Indonesia yang dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang baik, menunjukkan bahwa minat baca di Indonesia di berbagai kalangan makin meningkat. Di zaman teknologi canggih ini, ketika internet seperti tak memiliki batasan, maraknya electronic book (e-book) apalagi yang gratis semakin hari semakin banyak saja jumlahnya, tetapi tetap saja tidak mengandaskan produksi buku versi hardcopy.
Buku merupakan salah satu faktor pendukung kemajuan suatu bangsa, Ray Bradbury, seorang sastrawan imigran Swedia pernah mengungkapkan bahwa tidak perlu membakar buku untuk menghancurkan sebuah bangsa, buat saja orang-orangnya berhenti membaca. Suatu bangsa dapat hancur jika orang-orangnya berhenti membaca buku  Jadi sayang sekali waktu kita jika tidak digunakan untuk membaca buku walau sejenak. Dr. Aidh bin Abdullah al-Qarni, dalam bukunya, “La Tahzan” mengungkapkan tentang banyaknya manfaat membaca, yaitu di antaranya sebagai berikut :
  • Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
  • Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.
  • Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
  • Dengan sering membaca, orang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
  • Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
  • Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
  •  Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain: kearifan orang bijaksana dan pemahaman para sarjana.
  • Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya; baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.
  • Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.
  • Dengan sering membaca, orang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe dan model kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).
Rahmat Mr.Power, seorang penulis utama Motivasi Islami pernah menulis bahwa ‘Tidak ada satu buku pun yang tidak bermanfaat, kecuali buku yang tidak dibaca sama sekali.’ Lagipula dikala kita kesepian, buku merupakan teman setia yang dapat dipercaya. Sekarang, setelah mengetahui manfaat membaca buku, masihkah kita melewatkan hari kita tanpa membaca buku?

If you enjoyed this post Subscribe to our feed

No Comment

Posting Komentar

Rabu, 14 November 2012

Membaca Buku





Buku adalah sahabat yang paling tenag dan setia; pembimbing yang paling bijak dan terbuka; dan guru yang paling sabar (Charles W. Eliot, mantan presiden Harvard University)
Buku merupakan lembar kertas yg berjilid, berisi tulisan atau kosong. Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet.
Dari Wikipedia.org diketahui  bahwa semenjak zaman peradaban Mesir Kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa wangsa firaun kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar ke seantero Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas.
Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Hal ini bisa dijumpai dari peradaban bangsa Sumeria, Prasasti dari batu, kayu, bambu, kulit atau tulang binatang, sutra, bahkan daun lontar yang dirangkai seperti dijumpai pada naskah naskah Nusantara beberapa abad lampau.
Produksi kertas di Indonesia yang dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang baik, menunjukkan bahwa minat baca di Indonesia di berbagai kalangan makin meningkat. Di zaman teknologi canggih ini, ketika internet seperti tak memiliki batasan, maraknya electronic book (e-book) apalagi yang gratis semakin hari semakin banyak saja jumlahnya, tetapi tetap saja tidak mengandaskan produksi buku versi hardcopy.
Buku merupakan salah satu faktor pendukung kemajuan suatu bangsa, Ray Bradbury, seorang sastrawan imigran Swedia pernah mengungkapkan bahwa tidak perlu membakar buku untuk menghancurkan sebuah bangsa, buat saja orang-orangnya berhenti membaca. Suatu bangsa dapat hancur jika orang-orangnya berhenti membaca buku  Jadi sayang sekali waktu kita jika tidak digunakan untuk membaca buku walau sejenak. Dr. Aidh bin Abdullah al-Qarni, dalam bukunya, “La Tahzan” mengungkapkan tentang banyaknya manfaat membaca, yaitu di antaranya sebagai berikut :
  • Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
  • Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.
  • Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
  • Dengan sering membaca, orang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
  • Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
  • Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
  •  Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain: kearifan orang bijaksana dan pemahaman para sarjana.
  • Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya; baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.
  • Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.
  • Dengan sering membaca, orang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe dan model kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).
Rahmat Mr.Power, seorang penulis utama Motivasi Islami pernah menulis bahwa ‘Tidak ada satu buku pun yang tidak bermanfaat, kecuali buku yang tidak dibaca sama sekali.’ Lagipula dikala kita kesepian, buku merupakan teman setia yang dapat dipercaya. Sekarang, setelah mengetahui manfaat membaca buku, masihkah kita melewatkan hari kita tanpa membaca buku?

0 komentar:

Posting Komentar