Keluarga

Written on 07.00 by Viny Alfiyah





Apa arti keluarga bagi kita? Apa mereka memiliki tempat yang istimewa di hati kita? Hingga Allah SWT pun berfirman kepada manusia untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. Terkadang di saat masa remaja kita, sering kita lebih ingin menjadi dewasa. Contohnya masih malu jika membawa nasi bekal ke sekolah, karena alasan gengsi terlihat seperti anak kecil yang terkesan “anak-mami”.


Meski banyak keuntungan yang kita dapatkan dengan membawa bekal makan ke sekolah, contohnya yang paling utama tentu menghemat uang jajan, dengan membawa bekal uang yang biasanya untuk jajan dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti menabung misalnya. Padahal ibu kita sudah susah-susah membuatnya, ayah kita pagi-pagi sudah berangkat mencari nafkah agar kita bias sekolah, dan kakak kita harus seringkali berpacu dengan waktu hanya agar kita tidak terlambat ke sekolah. Begitu banyaknya pengorbanan yang keluarga kita lakukan ‘perharinya’.


Ilustrasi tersebut menunjukkan bahwa keluarga memegang peranan penting dalam kehidupan kita, bahkan merupakan komponen vital yang menjadi pondasi kejiwaan (psikis) kita. Kita dianugerahi kesempatan dengan mendapatkan curahan cinta dan kasih saying keluarga kita. Keluarga pun sering menjadi kunci kesuksesan seorang ayah dalam keluarga. Masih ingat film yang berjudul Cheaper by The Dozen? Film yang mengisahkan seorang pelatih sepak bola bernama Tom Baker yang menjadikan tim asuhannya ‘mesin pemenang’. Lalu mereka pindah ke tempat baru karena sang ayah mendapat tawaran melatih di klub besar, hingga sang ayah tak punya waktu untuk anak-anaknya.


Keluarga yang dulunya selalu kompak dan bahagia menjadi keluarga yang kacau serta salah satu anggota keluarga yang masih SD kabur dari rumah karena merasa dikucilkan. Ternyata klub hebat yang dilatih Tom pun mengalami kekalahan. Akhirnya Tom berhenti dari pekerjaanya dan mencari pekerjaan lain dimana ia tetap memiliki waktu bersama anak-anaknya dan keluarga mereka kembali menjadi keluarga yang kompak dan bahagia.
Jadi keluarga memang memegang peranan penting dalam perjalanan hidup seseorang, maka pereratlah silaturahmi dengan mereka, bersyukurlah pada jika mereka masih hidup di dunia dan doakanlah mereka jika telah tiada, setidaknya mereka turut memberikan warna dan pelajaran dalam kehidupan kita. Selamat hari keluarga!


(Dimuat di Koran Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Selasa, 18 Mei 2012)


If you enjoyed this post Subscribe to our feed

No Comment

Posting Komentar

Rabu, 14 November 2012

Keluarga





Apa arti keluarga bagi kita? Apa mereka memiliki tempat yang istimewa di hati kita? Hingga Allah SWT pun berfirman kepada manusia untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. Terkadang di saat masa remaja kita, sering kita lebih ingin menjadi dewasa. Contohnya masih malu jika membawa nasi bekal ke sekolah, karena alasan gengsi terlihat seperti anak kecil yang terkesan “anak-mami”.


Meski banyak keuntungan yang kita dapatkan dengan membawa bekal makan ke sekolah, contohnya yang paling utama tentu menghemat uang jajan, dengan membawa bekal uang yang biasanya untuk jajan dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti menabung misalnya. Padahal ibu kita sudah susah-susah membuatnya, ayah kita pagi-pagi sudah berangkat mencari nafkah agar kita bias sekolah, dan kakak kita harus seringkali berpacu dengan waktu hanya agar kita tidak terlambat ke sekolah. Begitu banyaknya pengorbanan yang keluarga kita lakukan ‘perharinya’.


Ilustrasi tersebut menunjukkan bahwa keluarga memegang peranan penting dalam kehidupan kita, bahkan merupakan komponen vital yang menjadi pondasi kejiwaan (psikis) kita. Kita dianugerahi kesempatan dengan mendapatkan curahan cinta dan kasih saying keluarga kita. Keluarga pun sering menjadi kunci kesuksesan seorang ayah dalam keluarga. Masih ingat film yang berjudul Cheaper by The Dozen? Film yang mengisahkan seorang pelatih sepak bola bernama Tom Baker yang menjadikan tim asuhannya ‘mesin pemenang’. Lalu mereka pindah ke tempat baru karena sang ayah mendapat tawaran melatih di klub besar, hingga sang ayah tak punya waktu untuk anak-anaknya.


Keluarga yang dulunya selalu kompak dan bahagia menjadi keluarga yang kacau serta salah satu anggota keluarga yang masih SD kabur dari rumah karena merasa dikucilkan. Ternyata klub hebat yang dilatih Tom pun mengalami kekalahan. Akhirnya Tom berhenti dari pekerjaanya dan mencari pekerjaan lain dimana ia tetap memiliki waktu bersama anak-anaknya dan keluarga mereka kembali menjadi keluarga yang kompak dan bahagia.
Jadi keluarga memang memegang peranan penting dalam perjalanan hidup seseorang, maka pereratlah silaturahmi dengan mereka, bersyukurlah pada jika mereka masih hidup di dunia dan doakanlah mereka jika telah tiada, setidaknya mereka turut memberikan warna dan pelajaran dalam kehidupan kita. Selamat hari keluarga!


(Dimuat di Koran Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Selasa, 18 Mei 2012)


0 komentar:

Posting Komentar