Air dan Rasa Syukur Kita

Written on 01.06 by Viny Alfiyah

Air merupakan sumber kehidupan, dengan air kita masih dapat menghirup oksigen yang dihasilkan tumbuhan yang tumbuh dengan membutuhkan air. Manusia pun sangat membutuhkan air untuk berbagai kebutuhan, seperti minum, mandi, mencuci, dan lain – lain. Tak hanya manusia dan tumbuhan, hewan pun sangat membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya. Tanpa air, sepertinya seluruh makhluk hidup di dunia ini akan musnah.

Indonesia yang dianugerahi iklim tropis memiliki jumlah air yang melimpah karena curah hujan yang cukup tinggi dan berlangsung sepanjang tahun memiliki stok air yang melimpah. Tetapi lain halnya dengan daerah yang memiliki dataran padang pasir yang luas seperti benua Afrika dengan keadaan yang kering dan tandus diatasnya ternyata mempunyai cadangan air yang sangat banyak di dalam tanah.

Menurut Reuteurs.com para peneliti dari British Geological Survey and University College London merupakan tim pertama yang berhasil membuat peta wilayah keberadaan air bersih tersebut. Para peneliti memperkirakan terdapat sekitar 0,66 juta kilometer kubik cadangan air di bawah tanah yang sekitar 100 kali lipat dengan jumlah yang ada di permukaannya.

Cadangan air tanah terbesar ditemukan di negara-negara Afrika bagian utara, seperti Libya, Aljazair, Mesir dan Sudan. Bahkan beberapa cadangan air tanah terbesar berada di bawah Sahara, gurun terkering di Afrika, pada kedalaman 100-250 meter di bawah permukaan tanah.

Permasalahannya terletak pada bagaimana caranya mengakses air tanahlah yang menjadi persoalan utama yang harus dihadapi penduduk Afrika. Menurut Alan MacDonald, pemimpin tim penelitian mengungkapkan bahwa air pada la


pisan lebih dalam dari 50 meter tidak dapat diakses pompa tangan dengan mudah dan membutuhkan biaya yang lebih tinggi karena membutuhkan peralatan yang lebih canggih. Pengambilan air tanah pada skala kecil pun dinilai akan lebih baik karena tidak akan terlalu menguras cadangan air dengan cepat.

Beberapa perkiraan menyebutkan penduduk Afrika yang tidak memiliki akses ke air bersih berjumlah lebih dari 300 juta. Hanya 5 persen saja lahan pertanian yang memperoleh pengairan. Masalah pengairan sangat diperhatikan di benua Hitam ini dan seharusnya membuat kita yang tinggal di Indonesia yang merupakan negeri yang kaya air menjadi lebih bersyukur akan anugerah dari Tuhan ini.

If you enjoyed this post Subscribe to our feed

No Comment

Posting Komentar

Kamis, 08 November 2012

Air dan Rasa Syukur Kita

Air merupakan sumber kehidupan, dengan air kita masih dapat menghirup oksigen yang dihasilkan tumbuhan yang tumbuh dengan membutuhkan air. Manusia pun sangat membutuhkan air untuk berbagai kebutuhan, seperti minum, mandi, mencuci, dan lain – lain. Tak hanya manusia dan tumbuhan, hewan pun sangat membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya. Tanpa air, sepertinya seluruh makhluk hidup di dunia ini akan musnah.

Indonesia yang dianugerahi iklim tropis memiliki jumlah air yang melimpah karena curah hujan yang cukup tinggi dan berlangsung sepanjang tahun memiliki stok air yang melimpah. Tetapi lain halnya dengan daerah yang memiliki dataran padang pasir yang luas seperti benua Afrika dengan keadaan yang kering dan tandus diatasnya ternyata mempunyai cadangan air yang sangat banyak di dalam tanah.

Menurut Reuteurs.com para peneliti dari British Geological Survey and University College London merupakan tim pertama yang berhasil membuat peta wilayah keberadaan air bersih tersebut. Para peneliti memperkirakan terdapat sekitar 0,66 juta kilometer kubik cadangan air di bawah tanah yang sekitar 100 kali lipat dengan jumlah yang ada di permukaannya.

Cadangan air tanah terbesar ditemukan di negara-negara Afrika bagian utara, seperti Libya, Aljazair, Mesir dan Sudan. Bahkan beberapa cadangan air tanah terbesar berada di bawah Sahara, gurun terkering di Afrika, pada kedalaman 100-250 meter di bawah permukaan tanah.

Permasalahannya terletak pada bagaimana caranya mengakses air tanahlah yang menjadi persoalan utama yang harus dihadapi penduduk Afrika. Menurut Alan MacDonald, pemimpin tim penelitian mengungkapkan bahwa air pada la


pisan lebih dalam dari 50 meter tidak dapat diakses pompa tangan dengan mudah dan membutuhkan biaya yang lebih tinggi karena membutuhkan peralatan yang lebih canggih. Pengambilan air tanah pada skala kecil pun dinilai akan lebih baik karena tidak akan terlalu menguras cadangan air dengan cepat.

Beberapa perkiraan menyebutkan penduduk Afrika yang tidak memiliki akses ke air bersih berjumlah lebih dari 300 juta. Hanya 5 persen saja lahan pertanian yang memperoleh pengairan. Masalah pengairan sangat diperhatikan di benua Hitam ini dan seharusnya membuat kita yang tinggal di Indonesia yang merupakan negeri yang kaya air menjadi lebih bersyukur akan anugerah dari Tuhan ini.

0 komentar:

Posting Komentar